PLN MENGGABUNGKAN JARINGAN KALIMANTAN TIMUR DAN KALIMANTAN SELATAN
Perusahaan utilitas negara PLN telah menggabungkan jaringan tenaga listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan menjadi satu sistem terpadu untuk meningkatkan kapasitas pasokan listrik di kedua wilayah tersebut.
Jaringan Mahakam dan Barito terhubung melalui gardu listrik PLN di Tanjung, Kalimantan Selatan. Nama-nama grid diambil dari nama-nama sungai besar yang melewati dua provinsi, yaitu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur dan Sungai Barito di Kalimantan Selatan.
"Kami berhasil menyinkronkan dua sistem kelistrikan di stasiun relai listrik Tanjung," kata general manager PLN Timur dan Kalimantan Utara Riza Novianto Gustam pada hari Senin.
Dengan menyatukan sistem, PLN kini memiliki kapasitas utilitas hingga 2.000 Megawatt (MW) di dua provinsi, yang lebih dari cukup untuk memasok listrik untuk 2 juta pengguna.
Gustav mengatakan menghubungkan jaringan akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya karena PLN dapat mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) bertenaga batubara daripada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Kami akan menjaga PLTD siaga di Kalimantan Timur dan sebagai pengganti, kami akan mendapatkan pasokan listrik 30-MW dari sistem Barito [di Kalimantan Selatan]," kata Gustam.
Listrik yang dihasilkan oleh PLTD dapat menghabiskan biaya Rp3.000 (22 sen AS) per kilowatt hour (kWH) sementara yang dihasilkan oleh PLTU hanya berharga Rp300 kWH.
Riza mengatakan, sistem Kalimantan membantu menyediakan listrik dengan harga lebih rendah untuk wilayah Kalimantan Timur yang terletak di antara wilayah kerja sistem Mahakam dan Barito. Mereka termasuk Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.
Perusahaan utilitas negara PLN telah menggabungkan jaringan tenaga listrik di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan menjadi satu sistem terpadu untuk meningkatkan kapasitas pasokan listrik di kedua wilayah tersebut.
Jaringan Mahakam dan Barito terhubung melalui gardu listrik PLN di Tanjung, Kalimantan Selatan. Nama-nama grid diambil dari nama-nama sungai besar yang melewati dua provinsi, yaitu Sungai Mahakam di Kalimantan Timur dan Sungai Barito di Kalimantan Selatan.
"Kami berhasil menyinkronkan dua sistem kelistrikan di stasiun relai listrik Tanjung," kata general manager PLN Timur dan Kalimantan Utara Riza Novianto Gustam pada hari Senin.
Dengan menyatukan sistem, PLN kini memiliki kapasitas utilitas hingga 2.000 Megawatt (MW) di dua provinsi, yang lebih dari cukup untuk memasok listrik untuk 2 juta pengguna.
Gustav mengatakan menghubungkan jaringan akan meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya karena PLN dapat mengandalkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) bertenaga batubara daripada pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
"Kami akan menjaga PLTD siaga di Kalimantan Timur dan sebagai pengganti, kami akan mendapatkan pasokan listrik 30-MW dari sistem Barito [di Kalimantan Selatan]," kata Gustam.
Listrik yang dihasilkan oleh PLTD dapat menghabiskan biaya Rp3.000 (22 sen AS) per kilowatt hour (kWH) sementara yang dihasilkan oleh PLTU hanya berharga Rp300 kWH.
Riza mengatakan, sistem Kalimantan membantu menyediakan listrik dengan harga lebih rendah untuk wilayah Kalimantan Timur yang terletak di antara wilayah kerja sistem Mahakam dan Barito. Mereka termasuk Kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara.

No comments:
Post a Comment