DUA ORANG DIBERIKAN PENGHARGAAN KARENA TELAH BERJASA MELAWAN PERAMPOK
Polisi Bekasi menyerahkan penghargaan pada hari Kamis kepada teman-teman berusia 19 tahun, Mohamad Irfan Bahri dan Ahmad Rafiki karena melawan dua orang yang diduga pengemis (perampok kasar) di jembatan layang Summarecon Bekasi di Jawa Barat.
Irfan, seorang santri dari sebuah lembaga di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, sedang berlibur di rumah pamannya di Bekasi pada hari Rabu ketika dia dan temannya Ahmad pergi jalan-jalan dan berhenti di jalan layang Summarecon untuk mengambil gambar.
Dua orang asing, yang diidentifikasi hanya sebagai AS dan IY, mendekati mereka dan diduga meminta Ahmad untuk memberi mereka telepon sambil mengancam mereka dengan sabit.
AS diduga mencoba berulang kali menyerang Irfan dengan sabitnya setelah Ahmad menyerahkan ponselnya. Terima kasih kepada keterampilan pertahanan dirinya, Irfan menangkis serangan itu dan menangkap sabitnya.
“[AS] mencoba melarikan diri tetapi dia masih memiliki ponsel teman saya. Saya menusuk AS beberapa kali dengan sabitnya dan bertanya kepadanya, 'Di mana telepon teman saya?' Dia memberi saya telepon dan meminta maaf, ”kata Irfan seperti dikutip oleh kompas.com.
IY kemudian mencoba membawa temannya yang terluka ke rumah sakit dengan sepeda motornya. Namun, SA meninggal dalam perjalanan.
Irfan dan Ahmad, yang juga menderita luka-luka, melaporkan insiden itu ke polisi setelah menerima perawatan medis di klinik.
“Kami menghargai keberanian dan kemampuan [Irfan] untuk melawan perampokan [kekerasan], yang bukan kejahatan biasa,” Kepala Polisi Bekasi, Komisaris Besar Sr. Indarto berkata.
Meskipun AS tewas akibat insiden itu, polisi, mengutip Pasal 49 KUHP, mengatakan bahwa mereka tidak akan menyebut Irfan sebagai tersangka karena dia bertindak sebagai pembelaan diri.
Indarto mengatakan bahwa jika Irfan tidak menyerang AS, dia bisa saja mati atau menderita luka parah.

No comments:
Post a Comment