Friday, March 23, 2018

NEGARA-NEGARA AFRIKA SEKARANG LEBIH SEPERTI WAKANDA

NEGARA-NEGARA AFRIKA SEKARANG LEBIH SEPERTI WAKANDA

Image result for orang afrika

Orang Indonesia, khususnya wirausahawan, harus mengubah perspektif mereka tentang Afrika karena kawasan itu telah muncul sebagai salah satu pasar utama potensial dunia, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri.

"Jika Anda berpikir tentang Afrika, Anda harus ingat 'Wakanda' dan bukan 'Gods Must Be Crazy'," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir, dalam jumpa pers baru-baru ini.

Wakanda adalah negara fiksi dan rumah superhero Marvel Black Panther. Diadaptasi dalam film berjudul setelah pahlawan super, Wakanda digambarkan sebagai negara Afrika yang sangat kaya karena perkembangan teknologi canggih dan sumber daya alam yang langka, vibranium.

Sementara itu, Gods Must Be Crazy adalah film tahun 1990-an yang dibuat di Kenya, film ini menggambarkan kehidupan bagi orang-orang Afrika ketika wilayah itu masih belum berkembang.

Arrmanatha mengatakan bahwa potensi Wakanda adalah gambaran sebenarnya dari kondisi negara-negara Afrika saat ini. Dia meminta pebisnis Indonesia untuk mulai mengeksplorasi peluang untuk membangun kerjasama perdagangan dan ekonomi dengan negara-negara Afrika.

Dia juga mendorong mereka untuk mengambil keuntungan dari Forum Indonesia-Afrika (IAF) mendatang, yang akan diadakan di Bali pada tanggal 10 dan 11 April, untuk memperluas pandangan mereka tentang potensi kemitraan dengan negara-negara Afrika.

IAF, yang merupakan forum ekonomi pertama antara negara-negara setelah lebih dari enam dekade hubungan politik yang erat, akan menampilkan 550 perwakilan pemerintah, perusahaan milik negara, dan bisnis sektor swasta dari Indonesia dan 53 negara Afrika.

Demikian pula, Daniel Tumpal Simandjuntak, direktur kementerian untuk urusan Afrika, mengatakan bahwa sebagian besar pengusaha Indonesia tidak menyadari perdagangan dan peluang ekonomi di Afrika karena mereka pikir itu adalah wilayah "penuh konflik."

Faktanya, dengan populasi penduduk muda yang besar, negara-negara Afrika cocok untuk kemitraan dalam layanan berbasis teknologi informasi, tambahnya.

No comments:

Post a Comment