Friday, March 16, 2018

GEREJA DIRUNTUHKAN OLEH SEKELOMPOK ORANG MAYORITAS

GEREJA DIRUNTUHKAN OLEH SEKELOMPOK ORANG MAYORITAS

GEREJA DIRUNTUHKAN OLEH SEKELOMPOK ORANG MAYORITAS

Ketua Institut Setara Hendardi mengatakan bahwa vandalisme yang ditopang oleh Gereja St. Zakaria di Ogan Ilir, Sumatera Selatan, harus dipecahkan dan seharusnya juga ada pemulihan sosial setelah kejadian tersebut.

Hendardi mengatakan bahwa kejadian pada tanggal 8 Maret merupakan ujian bagi masyarakat Muslim di Ogan Ilir sebagai kelompok mayoritas di sana. "Kasus di Ogan Ilir ini menguji kelompok mayoritas Muslim untuk menciptakan kehidupan sosial yang toleran," kata Hendardi kemarin, 9 Maret.

Gereja St. Zakaria dirusak oleh sekelompok orang tak dikenal yang datang ke tempat kejadian mengendarai sepeda motor sekitar pukul 01:00 pada hari Kamis, 8 Maret.

Kapolda Ogan Ilir AKBP Gazali Ahmad mengatakan bahwa Gereja tersebut dibangun pada tahun 2000 dan telah melanjutkan kegiatannya tanpa menghadapi masalah selama 18 tahun. Itu direnovasi pada 2017 dan secara resmi dibuka lagi minggu lalu.

Menurut Hendardi, orang-orang di sekitar gereja harus berperan aktif dalam memulihkan situasi secara sosial. Berdasarkan data demografi terakhir, 99,6 persen orang Ogan Ilir adalah Muslim. Fakta ini memperkuat argumentasi Hendardi bahwa warga perlu mengambil langkah-langkah yang memadai untuk membangun ketahanan sosial.

Kapolda Sumatera Selatan Jenderal Zulkarnain Adinegara berjanji untuk menyelidiki kasus tersebut dan mendesak masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayai polisi dalam menyelesaikan kasus ini.

No comments:

Post a Comment