KELOMPOK BERSENJATA MENGEMBALIKAN SENJATA API KEPADA TNI
Sebuah kelompok bersenjata kembali pada Selasa empat senjata api yang disita dari Militer Indonesia (TNI) dalam insiden baru-baru ini di desa Wagemuga di Paniai, sebuah kabupaten bergolak di dataran tinggi Papua tengah.
Senjata api diserahkan kepada TNI melalui kepala desa Wagemuga Deki Gobay dan rekannya di desa Wegebino di dekatnya pada hari Selasa pagi, sehari setelah insiden itu terjadi di Bokoa, Wagemuga.
“Tiga dari [senjata api] adalah senapan dan satu adalah pistol,” kata juru bicara Komando Distrik Militer Cendrawasih Kolonel Muhammad Aidi, Selasa.
Sebuah kelompok bersenjata tak dikenal menyergap tim ekspedisi Papua Terang (Papua Terang) pada hari Senin ketika memasuki Bokoa untuk memetakan kebutuhan listrik.
Para penyerang bersenjata menyita empat senjata api dari sekelompok 16 personel TNI yang dikerahkan untuk menjaga tim ekspedisi, yang dikerahkan oleh perusahaan listrik milik negara PLN. Setidaknya lima personel militer terluka dalam insiden itu.
Keputusan kelompok itu datang setelah diskusi antara para anggotanya dan para pemimpin lokal yang mendesak kelompok itu untuk menyerahkan senjata api kepada pihak berwenang.
“Insiden itu adalah kesalahpahaman. Orang-orang Wagemuga sebenarnya merindukan pengembangan dan akses ke listrik, ”kata Muhammad.
Dilaporkan bahwa tim survei terdiri dari tiga ahli PLN, empat mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dan tujuh mahasiswa dari Universitas Cendrawasih yang berbasis di Jayapura.
Tim survei segera diangkut ke Enarotali, ibu kota Paniai. Mereka sekarang aman.

No comments:
Post a Comment