Friday, April 20, 2018

RATUSAN PERSONIL DIKERAHKAN UNTUK MEMBERSIHKAN SAMPAH DI BAWAH JALAN TOL JAKARTA UTARA

RATUSAN PERSONIL DIKERAHKAN UNTUK MEMBERSIHKAN SAMPAH DI BAWAH JALAN TOL JAKARTA UTARA

RATUSAN PERSONIL DIKERAHKAN UNTUK MEMBERSIHKAN SAMPAH DI BAWAH JALAN TOL JAKARTA UTARA

Lebih dari 300 personel dikerahkan Jumat untuk membersihkan sampah di bawah jalan tol Pelabuhan di kecamatan Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Jakarta Utara Ceffi Hidayat mengatakan 150 ton sampah telah diangkut selama tiga hari terakhir, menambahkan bahwa pembersihan akan berlangsung selama satu bulan dari pukul 07.00 hingga 16.00. harian.

"Masalahnya terletak pada akses. Kami mengandalkan sepeda motor sampah 20 [tiga roda] yang bolak-balik, mengangkut sampah ke tempat pembuangan sampah," kata Ceffi.

Tim gabungan terdiri dari 310 personel dari Militer Indonesia, Badan Pemeliharaan Fasilitas Umum (PPSU) dan lembaga lingkungan hidup, Ceffi mengatakan. Personil dikerahkan menyusul laporan yang mengklaim sampah telah terakumulasi di ruang angkasa selama dua dekade terakhir, karena jalan tol dibangun pada tahun 1993.

Lokasinya tidak dapat diakses oleh truk sampah dan banyaknya sampah telah mengakibatkan kondisi jalan yang memburuk, sehingga ketergantungan pada kendaraan bermotor roda tiga. Setelah situs itu bebas dari sampah, Ceffi mengatakan, ia berharap daerah itu akan dikembangkan menjadi ruang yang bermanfaat, seperti taman bermain.

"Kami perlu mengadakan pertemuan yang melibatkan banyak pemangku kepentingan termasuk PT Citra Marga Nusaphala Persada untuk mengelola ruang," katanya, mengacu pada operator jalan tol yang memiliki tanah.

Masalah sampah Jakarta tetap menjadi salah satu masalah yang paling mendesak karena kota ini memproduksi lebih dari 7 ton sampah setiap hari, yang berarti tidak semua tempat sampah dapat dirawat dengan baik, diberi tempat terbatas untuk tempat pembuangan sampah serta kurangnya teknologi untuk memprosesnya.

Secara terpisah, personil dari Komando Distrik Jakarta Utara menyesalkan bahwa tidak ada bantuan dari penduduk setempat.

No comments:

Post a Comment