OJK MENGUSULKAN RELAKSASI PAJAK UNTUK PRODUK INFRASTRUKTUR
AGEN CASINO - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengusulkan untuk melonggarkan pajak atas beberapa instrumen investasi di pasar saham untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan menarik investor.
MARINA118 - "Dengan adanya relaksasi pajak pada instrumen pasar saham, aset infrastruktur dapat berkembang dengan lebih cepat, kompetitif, dan dapat menarik investor asing dan domestik," komisaris OJK untuk pengawasan pasar modal Hoesen mengatakan di Jakarta pada hari Jumat, 17 November.
BANDAR BACCARAT - Dia menjelaskan bahwa produk pasar saham yang mengalami relaksasi pajak mencakup kewajiban korporasi, dana ekuitas swasta (RDPT), dana investasi real estat (DIRE), sekuritas berbasis aset (EBA), dan dana investasi infrastruktur (Dinfra).
DRAGON TIGER - Untuk kewajiban korporasi, dia menyarankan agar menurunkan tarif pajak sama dengan surat utang pemerintah (SBN) menjadi 15 persen dari 20 persen.
SICBO LIVE - Selain itu, lanjutnya, untuk RDPT yang berinvestasi dalam keamanan hutang melalui perusahaan tujuan khusus (SPC), dividen dari SPC harus dikecualikan dari pajak karena SPC adalah bagian dari RDPT.
ROULETTE ONLINE - Sementara untuk DIRE, imbuhnya, OJK menyarankan menurunkan tarif bea transfer properti (BPHTB). Bagi EBA, pajak harus sama dengan produk sejenis.
AGEN CASINO - Mengenai Dinfra, Hoesen mengklaim bahwa insentif pajak harus sama dengan kontrak investasi kolektif DIRI (KIK). Dalam hal ini, Dinfra berinvestasi pada kertas utang, sehingga praktik perpajakan sama dengan reksa dana saham.

No comments:
Post a Comment