POLISI AKAN MEMBUAT DENSUS KHUSUS MEMBERANTAS KORUPSI
AGEN CASINO - Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) berencana membentuk pasukan Detasemen Khusus (Densus) untuk memberantas korupsi. Untuk itu, polisi membutuhkan anggaran hingga Rp 2,64 triliun.
MARINA118 - Kepala Polisi Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa wewenang Densus akan serupa dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang merupakan agen satu atap yang mencegah, menyelidiki, dan mengadili praktek-praktek korupsi.
BANDAR BACCARAT - Tito meminta Komisi Hukum DPR untuk membantu meyakinkan Jaksa Agung memberikan jaksa penuntut untuk bergabung dalam Densus Anti-Korupsi. Jika itu tidak mungkin, Kejaksaan setidaknya bisa menyediakan tim khusus untuk bekerja sama dengan Densus dalam menangani kasus korupsi, sehingga membuat pekerjaan investigasi antara polisi dan jaksa lebih mudah dilakukan.
DRAGON TIGER - Menurut rencana, Densus Anti-Korupsi akan terdiri dari 3.560 orang yang bekerja di 34 provinsi. Untuk itu, polisi membutuhkan anggaran hingga Rp2,64 triliun, yang dialokasikan untuk belanja modal (Rp1,5 triliun), belanja barang (Rp359 miliar) dan anggaran sumber daya manusia (Rp786 miliar).
SICBO LIVE - Wacana tersebut pertama kali disebutkan dalam sebuah pertemuan kerja antara Komisi Hukum DPR dan Kapolri pada 23 Mei. Mabes Polri kemudian melakukan studi pendahuluan mengenai pembentukan Densus anti-korupsi pada 11 Juli.
ROULETTE ONLINE - Menurut Tito, adanya Densus Anti-Korupsi tidak akan tumpang tindih dengan pekerjaan KPK, karena setiap institusi akan menangani berbagai jenis kasus. Misalnya, katanya, KPK bisa fokus pada kasus besar, sedangkan Densus Anti-Korupsi bisa menangani kasus-kasus kecil yang tidak berskala nasional.
SABUNG AYAM - Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan bahwa dia tidak memiliki masalah dengan pembentukan Sensus Anti-Korupsi. "Semakin banyak orang memburu koruptor, semakin baik," katanya.

No comments:
Post a Comment